RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan :
MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : X/ 1
Materi Pokok : Hukum Newton
Sub materi : Hukum Newton III
Alokasi Waktu : 1×15 Menit
A.
Kompetensi Inti
KI 1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1 Bertambah
keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan
jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik
fenomena gerak, fluida, kalor dan optik
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka;
kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
3.4 Menganalisis
hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus
4.1 Menyajikan hasil pengukuran
besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah
4.4 Merencanakan dan melaksanakan
percobaan untuk menyelidiki hubungan gaya, massa, dan percepatan
C.
Indikator Pencapaian
Kompetensi
1.1 Mengenali gejala hukum III Newton dalam kehidupan
sehari-hari.
2.1 Siswa mampu menunjukkan rasa ingin tahu, jujur, kreatif, dan sikap saling menghargai
dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan Hukum Newton III.
3.4 Siswa
mampu menganalisis gaya aksi reaksi yang diberikan oleh benda pada benda yang lain pada
Hukum Newton III.
4.4 Siswa mampu menggunakan alat bahan, dan mampu mengisi
lembar LKS percobaan untuk percobaan Hukum Newton III.
D.
Materi Ajar
Dalam
hukum yang ketiga Newton menjelaskan tentang adanya gaya aksi reaksi. Bunyi
hukum III Newton adalah sebagai berikut “Ketika suatu benda memberikan gaya
pada benda kedua, benda
kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda
pertama.” Dibawah ini merupakan salah
satu contoh benda yang diam diatas permukaan meja.
Benda 1
f
Gaya-gaya yang bekerja pada pada gambar diatas
adalah : yang pertama gaya normal. Gaya normal (N)
adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan antara dua permukaan
benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh. berlawanan arah,
sehingga membentuk keseimbangan pada buku.
Gaya gesek
(f) adalah gaya yang bekerja antara dua permukaan
benda yang saling bersentuhan. Arah gaya gesek berlawanan arah dengan
kecenderungan arah gerak benda. Gaya
gesek memiliki rumus
. Selain itu adapula contoh yang lain seperti gambar
dibawah ini:
1
2
Gaya-gaya
yang bekerja sama seperti gambar 1. Jadi dari gambar dapat dilihat bahawa:
merupakan gaya pada benda 1 akibat benda 2 dan
merupakan gaya pada benda 2 akibat benda 1
Menurut
Newton, setiap benda yang diberi gaya aksi pasti akan timbul gaya reaksi. Gaya
reaksi ini juga bisa menjelaskan tentang keseimbangan alam. Sebagai contoh
adalah peluncuran pesawat ruang angkasa. Pada saat pesawat menyemburkan gas ke
luar maka pesawat tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas maka gas itu
akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat mendorong pesawat dan menyebabkan
pasawat dapat bergerak. Contoh lain yang menunjukkan gaya aksi reaksi adalah
ketika Anda berjalan di atas lantai. Saat berjalan, kaki Anda menekan lantai ke
belakang (aksi). Sebagai reaksi, lantai mendorong telapak kaki Anda ke depan
sehingga Anda dapat berjalan. Dua gaya
merupakan gaya aksi-reaksi jika kedua gaya tersebut memiliki sifat-sifat
sebagai berikut.
·
Sama besar
·
Berlawanan arah
·
Terjadi pada dua benda yang berbeda dan saling
berinteraksi
Dari
ketiga sifat di atas dapat dirumuskan seperti di bawah.
1. Pasangan aksi reaksi.
Pada sebuah benda yang diam di atas
lantai berlaku :
![]()
w = - N
|
w
= gaya berat benda memberikan gaya aksi pada lantai.
N
= gaya normal ( gaya yang tegak lurus permukaan tempat di mana benda berada
).
Hal
ini bukan pasangan Aksi - Reaksi.
(
tanda - hanya menjelaskan arah berlawanan )
|
Macam - macam keadan ( besar ) gaya
normal.
![]()
N
= w cos q
|
![]()
N
= w - F sin q
|
![]()
N
= w + F sin q
|
2. Pasangan aksi - reaksi pada benda yang digantung.

Balok digantung dalam keadaan diam
pada tali vertikal. Gaya w1 dan T1 BUKANLAH PASANGAN AKSI
- REAKSI, meskipun besarnya sama, berlawanan arah dan segaris kerja.
Sedangkan yang merupakan PASANGAN
AKSI - REAKSI adalah gaya :
Demikian juga gaya T2
dan T’2 merupakan pasangan aksi - reaksi.
E.
Metode/Model Pembelajaran
Model Pembelajaran :Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Metode Pembelajaran :Scientific
melalui kegiatan tanya jawab, diskusi dan eksperimen
F.
Media, Alat dan Sumber Belajar
1. Media : Papan tulis, spidol,
dan penghapus
2. Alat/bahan :
|
No
|
Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Balon
|
4 buah
|
|
2
|
Benang
|
secukupnya
|
3.
Sumber :
v Nurachmandani
Setya, Fisika 1 Untuk SMA/MA Kelas X,
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
v Sumarsono Joko,
Fisika Untuk SMA/MA Kelas X, Jakarta
: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
v Lembar Kerja
Siswa (LKS)
G.
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan
|
Langkah- langkah Model PBL
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan Murid
|
Alokasi Waktu
|
|
|
Guru membuka pelajaran dengan
mengucapkan Assalamu’alaikum wr. Wb.
Dan mengucapkan Basmallah
bersama-sama.
|
Siswa
menjawab salam pembuka dari guru Wassalamu’alaikum
wr. wb. Dan mengucapkan Basmallah
bersama-sama.
|
1 menit
|
|
Guru mengecek kehadiran siswa.
|
Siswa memberitahukan
kehadirannya.
|
||
|
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
|
Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru.
|
Kegiatan Inti
|
Langkah- langkah Model PBL
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan Siswa
|
Alokasi Waktu
|
|
Fase 1:
Orientasi siswa pada masalah
|
Guru memberikan apersepsi dan
motivasi kepada siswa berupa contoh penerapan Hukum Newto III dalam kehidupan
sehari-hari dan menghadapkan
siswa pada suatu masalah berkaitan dengan materi yang akan diajarkan, yaitu:
Apa yang terjadi pada balon jika pada saat kita
memenuhinya dengan udara lalu kita melepaskan balon dengan membuka penutup
udaranya? Coba jelaskan? Dan kemana arah balon jika arah melepaskannya
berbeda-beda?
|
Siswa
mendengarkan permasalahan yang disampaikan guru.
Siswa membuat hipotesis
berupa jawaban sementara yaitu:
·
Balon akan terbang
·
Balon akan menjadi kecil kembali.
·
Arah terbang balon kesuluruh ruangan Balon terbang
seperti roket ibu guru.
|
11
menit
|
|
Fase 2:
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
I.
|
Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok.
|
Siswa memisahkan diri menuju kelompoknya masing-masing.
|
|
|
Guru membagikan LKS kepada tiap kelompok.
|
Siswa mengambil LKS percobaan.
|
||
|
Guru meminta siswa untuk melakukan
kegiatan praktikum sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKS.
|
Siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan yang
diperlukan untuk melakukan percobaan dalam menyelesaikan masalah pada LKS.
|
||
|
Fase 3:
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
|
Guru membimbing penyelidikan
setiap kelompok yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah pada LKS.
|
Siswa dalam kelompok ikut
bekerja sama mengerjakan LKS dengan bimbingan guru.
|
|
|
|
Guru mengarahkan masing-masing kelompok untuk
mengkaji ulang hasil percobaan.
|
Masing-masing kelompok
mengkaji ulang hasil percobaan yang dilakukan.
|
|
|
Fase 4:
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
|
II.
Guru membantu setiap kelompok membuat
laporan hasil percobaan dalam memecahkan masalah di LKS.
|
III.
Siswa dalam kelompok ikut membuat laporan
hasil percobaan dalam memecahkan masalah di LKS.
|
|
|
IV.
Guru meminta perwakilan dari tiap
kelompok untuk menyampaikan hasil
percobaan yang telah dilakukan dalam LKS untuk memecahkan masalah.
|
Tiap perwakilan
kelompok menyampaikan hasil percobaan yang telah dilakukan dalam LKS untuk
memecahkan masalah.
|
||
|
Fase 5:
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
|
Guru mengevaluasi
proses dan hasil percobaan dalam memecahkan masalah.
Peserta didik diharapkan menggunakan bantuan buku sumber
untuk mengevaluasi hasil diskusi.
|
Siswa dalam kelompok mendengarkan guru mengevaluasi
kembali proses dan hasil percobaan yang telah dilakukan siswa, kemudian Peserta
didik diharapkan menggunakan bantuan buku sumber untuk mengevaluasi hasil
diskusi.
|
Kegiatan Penutup
|
Langkah- langkah Model PBL
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan Siswa
|
Alokasi Waktu
|
|
|
Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan materi
yang telah dipelajari siswa.
|
Siswa membuat kesimpulan mengenai poin-poin penting
yang telah dipelajari dengan bimbingan guru.
|
3 menit
|
|
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa seputar materi
yang dipelajari.
|
Siswa melakukan tanya jawab seputar matei yang
dipelajari.
|
||
|
Guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing
siswa.
|
Siswa menjawab soal evaluasi yang diberikan guru.
|
||
|
Guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan
dibahas pada pertemuan selanjutnya.
|
Siswa mendengarkan guru menginformasikan materi yang
akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
|
|
|
|
Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam
penutup.
|
Siswa menjawab salam penutup dari guru
|
H.
Penilaian
|
V.
No.
|
Aspek
|
Teknik
|
VI.
Bentuk
Instrumen
|
|
VII. 1
|
VIII. Sikap
|
·
Observasi kegiatan diskusi
·
Observasi kegiatan Praktikum
|
·
Lembar observasi
·
Lembar observasi
|
|
IX.
2
|
X.
Pengetahuan
|
·
Tes tertulis
|
·
Soal Uraian
|
|
XI.
3
|
XII. Keterampilan
|
·
Penilain praktik
|
·
Lembar pengamatan
|
|
|
Palangka Raya, 3 Februari 2016
|
|
Mengetahui,
Dosen pembimbing
Muhammad
Nasir, M.Pd
NIP. 198501012015031004
|
Mahasiswi
Ana Kurniati
1301130306
|
I.
Contoh Instrumen (Terlampir)
Lampiran 1
Instrumen
Penilaian
a.
Instrumen Penilaian Sikap
·
Lembar observasi diskusi
|
No
|
Aspek
yang dinilai
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Keterangan
|
|
1
|
Rasa Ingin Tahu
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Jujur
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Kreatif
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Saling Menghargai
|
|
|
|
|
|
·
Rubrik
Penilaian Sikap
|
No
|
Aspek
yang dinilai
|
Rubrik
|
|
1
|
Rasa Ingin Tahu
|
4: Menunjukkan
rasa ingin tahu yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui
sumber-sumber yang relevan dengan penuh semangat, percaya diri, tanpa takut
akan kegagalan.
3: Menunjukkan rasa ingin tahu
yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui sumber-sumber
yang relevan dengan penuh semangat dan percaya diri.
2: Menunjukkan rasa ingin tahu
yang kurang mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui sumber-sumber
yang relevan
1: Tidak menunjukkan rasa ingin
tahu terhadap materi yang dipelajari.
|
|
2
|
Jujur
|
4: Selalu
menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain ketika
proses pembelajaran berlangsung maupun diluar proses
pembelajaran tanpa rasa takut.
3: Selalu
menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain namun
hanya ketika proses pembelajaran
berlangsung.
2: Kurang menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang
lain.
1:
Tidak menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman,
guru maupun orang lain.
|
|
3
|
Kreatif
|
4: Siswa Sering
memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, tidak takut
melakukan kesalahann untuk menemukan kebenaran mampu menghubungkan teori
dan hasil percobaan, dan menunjukkan hasil laporan kegiatan yang baik dan
benar.
3: Siswa Sering
memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, tidak takut
melakukan kesalahan untuk menemukan kebenaran mampu menghubungkan teori
dan hasil percobaan, dan menunjukkan hasil laporan kegiatan yang kurang
baik dan benar.
2: Siswa kurang
memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, sering takut
melakukan sesuatu untuk menemukan kebenaran dan tidak
mampu menghubungkan nya dengan teori
1: Tidak
memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan ataupun
menghubungkan kannya dengan teori hukum Newton.
|
|
XIII. 4
|
Saling menghargai
|
4:
Menunjukkan sikap saling menghargai yang tinggi,
berjiwa besar, tidak sombong terhadap sesama teman.
3: Menunjukkan
sikap saling menghargai yang tinggi, berjiwa besar namun sombong terhadap
teman yang memiliki kekurangan.
2: Kurang
menunjukkan sikap saling menghargai yang terhadap semua teman.
1: Tidak
menunjukkan sikap saling menghargai yang terhadap semua teman.
|
b.
Instumen kognitif
·
Soal tes tertulis uraian
1. Sebutkan salah
satu contoh penerapan Hukum Newton III dalam kehidupan sehari-hari?
2. Sebuah gelas diletakkan di atas
meja. Pada system benda tersebut akan bekerja gaya-gaya seperti pada Gambar
dibawah ini:
![]() |
N’
w
Sebutkan gaya-gaya yang bekerja
pada gambar diatas, dan tentukan pasangan gaya yang termasuk aksi reaksi!
3. Doni dan Dani
bermain kayu yang berbentuk kotak didalam kelas pada saat istirahat. Duah buah
kayu memiliki massa masing-masing 3 kg milik Doni dan 6 kg milik Dani yang
diletakkan berdampingan diatas lantai horizontal dimana koefesien gesekan
antara lantai dan kayu milik Doni 0,3 sedangkan milik Dani adalah 0,2. Tentukan
percepatan dari kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi balok Doni yang didorong
kekanan dengan gaya sebesar 22 N. Gambar
terdapat dibawah ini:
22 N
Penyelesaian:
1. Salah satu
contoh penerapan Hukum III Newton adalah peluncuran pesawat ruang angkasa. Pada
saat pesawat menyemburkan gas ke luar maka pesawat tersebut telah memberikan
gaya aksi pada gas maka gas itu akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat
mendorong pesawat dan menyebabkan pasawat dapat bergerak.
2. Ada empat gaya yang bekerja pada gambar
tersebut yaitu:
w = berat gelas,
N = gaya tekan normal meja terhadap
gelas,
N’= gaya tekan normal gelas pada
meja, dan
Fg = gaya gravitasi bumi pada gelas.
Pasangan gaya aksi-reaksi
memenuhi sifat : sama besar, berlawanan arah dan bekerja pada dua benda yang
beda. Dari sifat di atas dapat ditentukan dua pasangan aksi-reaksi yaitu: w dengan
Fg, dan N dengan N’. Sedangkan w dan N bukan aksi-reaksi karena bekerja pada
satu benda (gelas) tetapi hubungan N = w
merupakan hukum I Newton yaitu ΣF = 0.
3.
Diketahui:
F =
22 N
Ditanya: Tentukan percepatan dari
kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi
balok Doni yang didorong kekanan dengan gaya sebesar 22 N?
Jawab:
a. Gambar gaya
aksi reaksi kayu milik Doni akaibat kayu milik Dani
Keterangan :
b. Gambar gaya
aksi reaksi kayu milik Dani akaibat kayu milik Doni
Keterangan:
Diketahui : 
Maka: 
Maka gaya 
Kedua benda dapat dianggap sebagai satu benda (gaya
aksi reaksi saling meniadakan).
Jadi
percepatan kedua kayu itu adalah 
·
Rubrik penilaian tes uraian
|
NO
|
JAWABAN
|
SKOR
|
TOTAL SKOR
|
|
|
1
|
Penyelesian:
Salah satu contoh penerapan Hukum III Newton adalah
peluncuran pesawat ruang angkasa.
|
0 - 7
|
22
|
|
|
Pada saat pesawat menyemburkan gas ke luar maka pesawat
tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas
|
0 - 7
|
|||
|
maka gas itu akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat
mendorong pesawat dan menyebabkan pasawat dapat bergerak.
|
0 - 8
|
|||
|
Cacatan:
contoh yang diberikan bebas dengan syarat sesuai dengan pembahasan.
|
|
|||
|
2
|
Ada empat gaya yang bekerja pada gambar tersebut yaitu:
w = berat gelas,
N = gaya tekan normal meja terhadap gelas,
|
0 - 7
|
38
|
|
|
N’= gaya tekan normal gelas pada
meja, dan
Fg = gaya gravitasi bumi pada gelas.
|
0 - 7
|
|||
|
Pasangan gaya aksi-reaksi memenuhi sifat :
sama besar, berlawanan arah dan bekerja pada dua benda yang beda.
|
0 - 8
|
|||
|
Dari sifat di atas dapat ditentukan dua
pasangan aksi-reaksi yaitu: w dengan Fg
dan N dengan N’.
|
0 - 8
|
|||
|
Kemudian w dan N
bukan aksi-reaksi karena bekerja pada satu benda (gelas) tetapi
hubungan N = w merupakan hukum I
Newton yaitu ΣF = 0.
|
0 - 8
|
|||
|
3
|
Diketahui:
F = 22 N
Ditanya: Tentukan
percepatan dari kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi balok Doni yang didorong kekanan dengan
gaya sebesar 22 N?
|
0 - 8
|
50
|
|
|
Gambar
gaya aksi reaksi kayu milik Doni akaibat kayu milik Dani
Keterangan :
|
0 - 14
|
|||
|
Gambar gaya aksi reaksi kayu
milik Dani akaibat kayu milik Doni yaitu
Keterangan:
Diketahui :
Maka:
Maka gaya
|
0 - 14
|
|||
|
Kedua
benda dapat dianggap sebagai satu benda (gaya aksi reaksi saling meniadakan).
Jadi percepatan kedua kayu itu adalah
|
0 - 14
|
c.
Instrumen Penilaian
Psikomotorik
·
Lembar Observasi keterampilan
eksperimen
|
Aspek yang diamati
|
Terlaksana
|
Penilaian
|
Skot total
|
||||
|
Ya
|
Tidak
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
|
|
Siswa mampu menggunakan alat dan bahan disekitarnya
untuk menyelesaikan masalah percobaan Hukum
Newton III
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Siswa mampu mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS
Hukum Newton III melalui percobaan
yang dilakukan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Siswa mampu menarik kesimpulan dari
percobaan yang dilakukakan
mengenai Hukum Newton III
|
|
|
|
|
|
|
|
·
Rubrik
Penilaian Keterampilan
|
No
|
Aspek
yang dinilai
|
Rubrik
|
|
1
|
Siswa mampu menggunakan alat dan bahan untuk menyelesaikan masalah percobaan Hukum Newton
III
|
4:
Menggunakan alat
dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah dengan baik dan benar sesuai
dengan topic percobaan, tidak merusak alat
dan hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.
3:
Menggunakan alat
dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah dengan baik dan benar sesuai dengan topic percobaan,
tidak merusak alat namun tidak hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan
pada saat praktikum.
2:
Kurang
baik dalam menggunakan alat dan bahan
percobaan untuk memecahkan masalah, merusak alat
dan tidak hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.
1: Tidak Menggunakan alat dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah.
|
|
2
|
Siswa mampu mengisi permasalahan yang terdapat
pada LKS Hukum Newton III melalui percobaan yang dilakukan.
|
4: Mengisi
permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton
III melalui percobaan yang dilakukan menggunakan bahasa
yang baik, benar, dan tidak
memanipulasi data hasil pengamatan.
3: Mengisi
permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton
III melalui percobaan yang dilakukan menggunakan bahasa
yang baik, benar, namun sedikit memanipulasi data hasil pengamatan.
2: Mengisi
permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton
III tidak melalui percobaan yang dilakukan.
1: Tidak mengisi permasalahan
yang terdapat pada LKS gerak vertikal kebawah
|
|
3
|
Siswa mampu menarik kesimpulan dari percobaan yang
dilakukakan mengenai Hukum Newton III
|
4:
Siswa mampu menarik kesimpulan
mengenai percobaan mengenai Hukum Newton
III dengan tepat dan benar sesuai hasil
percobaan dan reverensi yang dibaca.
3:
Siswa mampu menarik kesimpulan mengenai percobaan mengenai
Hukum Newton III dengan tepat namun kurang benar sesuai hasil
percobaan dan reverensi yang dibaca.
2:
Siswa mampu menarik kesimpulan mengenai percobaan mengenai
Hukum Newton III namun
tidak tepat, dan tidak benar sesuai hasil percobaan dan
reverensi yang dibaca.
1: Siswa tidak
menarik kesimpulan data hasil percobaan
|





Tidak ada komentar:
Posting Komentar