Minggu, 01 Mei 2016

rpp ana



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

                           Satuan Pendidikan                :  MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran                      :  Fisika
Kelas / Semester                    :   X/ 1
Materi Pokok                        :  Hukum Newton
Sub materi                             :  Hukum Newton III
         Alokasi Waktu                      :  1×15 Menit

A.    Kompetensi Inti
KI 1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan


B.     Kompetensi Dasar
1.1  Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor dan optik
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
3.4  Menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus
4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah
4.4 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki hubungan gaya, massa, dan percepatan

C.        Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1 Mengenali gejala hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari.
2.1 Siswa mampu menunjukkan rasa ingin tahu, jujur, kreatif, dan sikap saling menghargai dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan Hukum Newton III.
3.4 Siswa mampu menganalisis gaya aksi reaksi yang diberikan oleh benda pada benda yang lain pada Hukum Newton III.
4.4 Siswa mampu menggunakan alat bahan, dan mampu mengisi lembar LKS percobaan untuk percobaan Hukum Newton III.




D.       Materi Ajar
Dalam hukum yang ketiga Newton menjelaskan tentang adanya gaya aksi reaksi. Bunyi hukum III Newton adalah sebagai berikut “Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama.” Dibawah ini merupakan salah satu contoh benda yang diam diatas permukaan meja.
                                                 


 
                                                            Benda 2
                                                       
                                                               Benda 1


 
                                   f

                                                 
              

Gaya-gaya yang bekerja pada pada gambar diatas adalah : yang pertama gaya normal. Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan antara dua permukaan benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh. berlawanan arah, sehingga membentuk keseimbangan pada buku. 
Gaya gesek (f) adalah gaya yang bekerja antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan. Arah gaya gesek berlawanan arah dengan kecenderungan arah gerak benda. Gaya gesek memiliki rumus . Selain itu adapula contoh yang lain seperti gambar dibawah ini:




                                     1

                                                        2
                                                   

                                                                                       
Gaya-gaya yang bekerja sama seperti gambar 1. Jadi dari gambar dapat dilihat bahawa: merupakan gaya pada benda 1 akibat benda 2 dan merupakan gaya pada benda 2 akibat benda 1
Menurut Newton, setiap benda yang diberi gaya aksi pasti akan timbul gaya reaksi. Gaya reaksi ini juga bisa menjelaskan tentang keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah peluncuran pesawat ruang angkasa. Pada saat pesawat menyemburkan gas ke luar maka pesawat tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas maka gas itu akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat mendorong pesawat dan menyebabkan pasawat dapat bergerak. Contoh lain yang menunjukkan gaya aksi reaksi adalah ketika Anda berjalan di atas lantai. Saat berjalan, kaki Anda menekan lantai ke belakang (aksi). Sebagai reaksi, lantai mendorong telapak kaki Anda ke depan sehingga Anda dapat berjalan.  Dua gaya merupakan gaya aksi-reaksi jika kedua gaya tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
·           Sama besar
·           Berlawanan arah
·           Terjadi pada dua benda yang berbeda dan saling berinteraksi
Dari ketiga sifat di atas dapat dirumuskan seperti di bawah.
                                                                   
                            
1. Pasangan aksi reaksi.
Pada sebuah benda yang diam di atas lantai berlaku :
            w = - N
w = gaya berat benda memberikan gaya aksi pada lantai.
N = gaya normal ( gaya yang tegak lurus permukaan tempat di mana benda berada ).
Hal ini bukan pasangan Aksi - Reaksi.
( tanda - hanya menjelaskan arah berlawanan )
Macam - macam keadan ( besar ) gaya normal.
N = w cos q
N = w - F sin q
N = w + F sin q

2. Pasangan aksi - reaksi pada benda yang digantung.
Balok digantung dalam keadaan diam pada tali vertikal. Gaya w1 dan T1 BUKANLAH PASANGAN AKSI - REAKSI, meskipun besarnya sama, berlawanan arah dan segaris kerja.
Sedangkan yang merupakan PASANGAN AKSI - REAKSI adalah gaya :
Demikian juga gaya T2 dan T’2 merupakan pasangan aksi - reaksi.
           





                                                                                                           
E.     Metode/Model Pembelajaran
Model Pembelajaran       :Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Metode Pembelajaran     :Scientific melalui kegiatan tanya jawab, diskusi dan eksperimen

F.     Media, Alat dan Sumber Belajar
1.      Media         : Papan tulis, spidol, dan penghapus
2.      Alat/bahan  :
No
Alat dan Bahan
Jumlah
1
Balon
4 buah
2
Benang
secukupnya

3.      Sumber       :
v  Nurachmandani Setya, Fisika 1 Untuk SMA/MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
v  Sumarsono Joko, Fisika Untuk SMA/MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
v  Lembar Kerja Siswa (LKS)













G.    Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Langkah- langkah Model PBL
Kegiatan Guru
Kegiatan Murid
Alokasi Waktu





Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan Assalamu’alaikum wr. Wb. Dan mengucapkan Basmallah bersama-sama.
Siswa menjawab salam pembuka dari guru Wassalamu’alaikum wr. wb. Dan mengucapkan Basmallah bersama-sama.

1  menit
Guru mengecek kehadiran siswa.
Siswa memberitahukan kehadirannya.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.
           
Kegiatan Inti
Langkah- langkah Model PBL
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
Alokasi Waktu
Fase 1: Orientasi siswa pada masalah








Guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa berupa contoh penerapan Hukum Newto III dalam kehidupan sehari-hari dan  menghadapkan siswa pada suatu masalah berkaitan dengan materi  yang akan diajarkan, yaitu:
Apa yang terjadi pada balon jika pada saat kita memenuhinya dengan udara lalu kita melepaskan balon dengan membuka penutup udaranya? Coba jelaskan? Dan kemana arah balon jika arah melepaskannya berbeda-beda?
Siswa mendengarkan permasalahan yang disampaikan guru.







Siswa membuat hipotesis berupa jawaban sementara yaitu:
·      Balon akan terbang

·      Balon akan menjadi kecil kembali.

·      Arah terbang balon kesuluruh ruangan Balon terbang seperti roket ibu guru.
11 menit
Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar








I.               
Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok.
Siswa memisahkan diri menuju kelompoknya masing-masing.
Guru membagikan LKS kepada tiap kelompok.
Siswa mengambil LKS percobaan.
Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKS.
Siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan dalam menyelesaikan masalah pada LKS.
Fase 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
Guru membimbing penyelidikan setiap kelompok yang mengalami kesulitan  dalam menyelesaikan masalah pada LKS.
Siswa dalam kelompok ikut bekerja sama mengerjakan LKS dengan bimbingan guru.


Guru mengarahkan masing-masing kelompok untuk mengkaji ulang hasil percobaan.
Masing-masing kelompok mengkaji ulang hasil percobaan yang dilakukan.
Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya






II.           Guru membantu setiap kelompok membuat laporan hasil percobaan dalam memecahkan masalah di LKS.
III.        Siswa dalam kelompok ikut membuat laporan hasil percobaan dalam memecahkan masalah di LKS.
IV.        Guru meminta perwakilan dari tiap kelompok  untuk menyampaikan hasil percobaan yang telah dilakukan dalam LKS untuk memecahkan masalah.
Tiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil percobaan yang telah dilakukan dalam LKS untuk memecahkan masalah.

Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru mengevaluasi proses dan hasil percobaan dalam memecahkan masalah. Peserta didik diharapkan menggunakan bantuan buku sumber untuk mengevaluasi hasil diskusi.
Siswa dalam kelompok mendengarkan guru mengevaluasi kembali proses dan hasil percobaan yang telah dilakukan siswa, kemudian Peserta didik diharapkan menggunakan bantuan buku sumber untuk mengevaluasi hasil diskusi.


Kegiatan Penutup
Langkah- langkah Model PBL
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
Alokasi Waktu

Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari siswa.
Siswa membuat kesimpulan mengenai poin-poin penting yang telah dipelajari dengan bimbingan guru.
3 menit
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa seputar materi yang dipelajari.
Siswa melakukan tanya jawab seputar matei yang dipelajari.
Guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa.
Siswa menjawab soal evaluasi yang diberikan guru.
Guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
Siswa mendengarkan guru menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam penutup.
Siswa menjawab salam penutup dari guru

H.           Penilaian

V.           No.
Aspek
Teknik
VI.        Bentuk Instrumen
VII.     1
VIII.  Sikap
·           Observasi kegiatan diskusi
·           Observasi kegiatan Praktikum
·      Lembar observasi
·      Lembar observasi
IX.        2
X.           Pengetahuan
·           Tes tertulis
·      Soal Uraian
XI.        3
XII.     Keterampilan
·           Penilain praktik
·      Lembar pengamatan



      Palangka Raya, 3   Februari 2016
Mengetahui,
Dosen pembimbing



Muhammad Nasir, M.Pd
NIP. 198501012015031004

Mahasiswi



Ana Kurniati
1301130306


I.              Contoh Instrumen (Terlampir)

Lampiran 1
Instrumen Penilaian
a.                  Instrumen Penilaian Sikap
·         Lembar observasi diskusi

No
Aspek yang dinilai
4
3
2
1
Keterangan
1
Rasa Ingin Tahu





2
Jujur





3
Kreatif





4
Saling Menghargai






·         Rubrik Penilaian Sikap
No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1
Rasa Ingin Tahu
4: Menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui sumber-sumber yang relevan dengan penuh semangat, percaya diri, tanpa takut akan kegagalan.
3: Menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui sumber-sumber yang relevan dengan penuh semangat dan percaya diri.
2:  Menunjukkan rasa ingin tahu yang kurang mendalam terhadap materi yang dipelajari melalui sumber-sumber yang relevan
1:   Tidak menunjukkan rasa ingin tahu  terhadap  materi yang dipelajari.
2
Jujur
4: Selalu menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain ketika proses pembelajaran berlangsung maupun diluar proses pembelajaran tanpa rasa takut.
3: Selalu menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain namun hanya  ketika proses pembelajaran berlangsung.
2:  Kurang menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain.
1: Tidak menunjukkan sikap jujur terhadap semua teman, guru maupun orang lain.
3
Kreatif
4: Siswa Sering memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, tidak takut melakukan kesalahann untuk menemukan kebenaran mampu menghubungkan teori dan hasil percobaan, dan menunjukkan hasil laporan kegiatan yang baik dan benar.
3: Siswa Sering memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, tidak takut melakukan kesalahan untuk menemukan kebenaran mampu menghubungkan teori dan hasil percobaan, dan menunjukkan hasil laporan kegiatan yang kurang baik dan benar.
2: Siswa kurang memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan, sering takut melakukan sesuatu untuk menemukan kebenaran dan tidak mampu menghubungkan nya dengan teori
1: Tidak memberikan ide dalam memecahkan masalah pada percobaan ataupun menghubungkan kannya dengan teori hukum Newton.
XIII.  4
Saling menghargai
4: Menunjukkan sikap saling menghargai yang tinggi, berjiwa besar, tidak sombong terhadap sesama teman.
3: Menunjukkan sikap saling menghargai yang tinggi, berjiwa besar namun sombong terhadap teman yang memiliki kekurangan.
2: Kurang menunjukkan sikap saling menghargai yang terhadap semua teman.
1: Tidak menunjukkan sikap saling menghargai yang terhadap semua teman.



b.      Instumen kognitif
·      Soal tes tertulis uraian
1.      Sebutkan salah satu contoh penerapan Hukum Newton III dalam kehidupan sehari-hari?
2.      Sebuah gelas diletakkan di atas meja. Pada system benda tersebut akan bekerja gaya-gaya seperti pada Gambar  dibawah ini:
N


 





                                                             
                                                              N

                                                            w
                                                            Fg       



 


Sebutkan gaya-gaya yang bekerja pada gambar diatas, dan tentukan pasangan gaya yang termasuk aksi reaksi!
3.      Doni dan Dani bermain kayu yang berbentuk kotak didalam kelas pada saat istirahat. Duah buah kayu memiliki massa masing-masing 3 kg milik Doni dan 6 kg milik Dani yang diletakkan berdampingan diatas lantai horizontal dimana koefesien gesekan antara lantai dan kayu milik Doni 0,3 sedangkan milik Dani adalah 0,2. Tentukan percepatan dari kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi balok Doni yang didorong kekanan dengan gaya sebesar 22 N. Gambar terdapat dibawah ini:


Text Box: 6 Kg                                                       
Text Box: 3 Kg            22 N                                          


 



Penyelesaian:
1.      Salah satu contoh penerapan Hukum III Newton adalah peluncuran pesawat ruang angkasa. Pada saat pesawat menyemburkan gas ke luar maka pesawat tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas maka gas itu akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat mendorong pesawat dan menyebabkan pasawat dapat bergerak.
2.      Ada empat gaya yang bekerja pada gambar tersebut yaitu:
w = berat gelas,
N = gaya tekan normal meja terhadap gelas,
N’= gaya tekan normal gelas pada meja, dan
Fg = gaya gravitasi bumi pada gelas.
Pasangan gaya aksi-reaksi memenuhi sifat : sama besar, berlawanan arah dan bekerja pada dua benda yang beda. Dari sifat di atas dapat ditentukan dua pasangan aksi-reaksi yaitu: w dengan Fg, dan N dengan N’. Sedangkan w dan N bukan aksi-reaksi karena bekerja pada satu benda (gelas) tetapi hubungan N = w merupakan hukum I Newton yaitu ΣF = 0.
3.      Diketahui:
 
             
                         F                = 22 N
Ditanya: Tentukan percepatan dari kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi  balok Doni yang didorong kekanan dengan gaya sebesar 22 N?

             Jawab:
a.       Gambar gaya aksi reaksi kayu milik Doni akaibat kayu milik Dani

                                                     

                                                           
                                             

                                               
Keterangan :
= gaya pada kayu 1 akibat kayu 2
                
           
                   
               
b.      Gambar gaya aksi reaksi kayu milik Dani akaibat kayu milik Doni
                                                     

                                                                                    
                                             

                                               
Keterangan:
= gaya pada kayu 2 akibat kayu 1
                
             
Diketahui :
                 
Maka:       
                                        
                                         
                                                 
                                                  
                           Maka gaya
                                              
Kedua benda dapat dianggap sebagai satu benda (gaya aksi reaksi saling meniadakan).
                                                     
                                                       
                                                                            
                                         
                                                         
                                               
                
               
                              
                              
Jadi percepatan kedua kayu itu adalah
·      Rubrik penilaian tes uraian
NO
JAWABAN
SKOR
TOTAL SKOR
1
Penyelesian:
 Salah satu contoh penerapan Hukum III Newton adalah peluncuran pesawat ruang angkasa.
0 - 7
 22
Pada saat pesawat menyemburkan gas ke luar maka pesawat tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas
0 - 7
maka gas itu akan memberikan gaya reaksi sehingga dapat mendorong pesawat dan menyebabkan pasawat dapat bergerak.
0 - 8
Cacatan: contoh yang diberikan bebas dengan syarat sesuai dengan pembahasan.

2
Ada empat gaya yang bekerja pada gambar tersebut yaitu:
w = berat gelas,
N = gaya tekan normal meja terhadap gelas,
0 - 7
38
N’= gaya tekan normal gelas pada meja, dan
Fg = gaya gravitasi bumi pada gelas.
0 - 7
Pasangan gaya aksi-reaksi memenuhi sifat : sama besar, berlawanan arah dan bekerja pada dua benda yang beda.
0 - 8
Dari sifat di atas dapat ditentukan dua pasangan aksi-reaksi yaitu: w dengan Fg dan N dengan N’.
0 - 8
Kemudian w dan N bukan aksi-reaksi karena bekerja pada satu benda (gelas) tetapi hubungan N = w merupakan hukum I Newton yaitu ΣF = 0.
0 - 8
3
Diketahui:  
             
                         F                 = 22 N
Ditanya: Tentukan percepatan dari kedua kayu tersebut dan gaya aksi reaksi  balok Doni yang didorong kekanan dengan gaya sebesar 22 N?
0 - 8
50
  Gambar gaya aksi reaksi kayu milik Doni akaibat kayu milik Dani
                                                    

                                                          
                                            

                                               
Keterangan :
= gaya pada kayu 1 akibat kayu 2
               
                
                       
                               
0 - 14
Gambar gaya aksi reaksi kayu milik Dani akaibat kayu milik Doni yaitu                          


 
                                                                   
                      
                                 
Keterangan:
= gaya pada kayu 2 akibat kayu 1
                
             
Diketahui :
                 
Maka:       
                                       
                                        
                                                 
                                                  
                           Maka gaya
                                             

0 - 14
   Kedua benda dapat dianggap sebagai satu benda (gaya aksi reaksi saling meniadakan).
                                                     
                                                        
                                                                                  
                                          
                                                              
                                               
   maka
   

               
                              
                              
Jadi percepatan kedua kayu itu adalah

0 - 14
c.       Instrumen Penilaian Psikomotorik
·           Lembar Observasi keterampilan eksperimen

Aspek yang diamati
Terlaksana
Penilaian
Skot total
Ya
Tidak
4
3
2
1

Siswa mampu menggunakan alat dan bahan disekitarnya untuk menyelesaikan masalah percobaan Hukum Newton III







Siswa mampu mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton III melalui percobaan yang dilakukan.







Siswa mampu menarik kesimpulan dari percobaan yang dilakukakan mengenai Hukum Newton III








·           Rubrik Penilaian Keterampilan
No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1
Siswa mampu menggunakan alat dan bahan  untuk menyelesaikan masalah percobaan Hukum Newton III
4:  Menggunakan alat dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah dengan baik dan benar sesuai dengan topic percobaan, tidak merusak alat dan hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.  
3:  Menggunakan alat dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah dengan baik dan benar sesuai dengan topic percobaan, tidak merusak alat namun tidak hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.  
2:  Kurang baik dalam menggunakan alat dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah, merusak alat dan tidak hati-hati menggunakan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.  
1:  Tidak Menggunakan alat dan bahan percobaan untuk memecahkan masalah.
2
Siswa mampu mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton III melalui percobaan yang dilakukan.
4: Mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton III melalui percobaan yang dilakukan menggunakan bahasa yang baik, benar, dan  tidak memanipulasi data hasil pengamatan.
3: Mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton III melalui percobaan yang dilakukan menggunakan bahasa yang baik, benar, namun sedikit memanipulasi data hasil pengamatan.
2: Mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS Hukum Newton III tidak melalui percobaan yang dilakukan.
1: Tidak mengisi permasalahan yang terdapat pada LKS gerak vertikal kebawah
3
Siswa mampu menarik kesimpulan dari percobaan yang dilakukakan mengenai Hukum Newton III
4: Siswa mampu menarik kesimpulan mengenai percobaan mengenai Hukum Newton III dengan tepat dan benar sesuai hasil percobaan dan reverensi yang dibaca.
3: Siswa mampu menarik kesimpulan mengenai percobaan mengenai Hukum Newton III dengan tepat namun kurang benar sesuai hasil percobaan dan reverensi yang dibaca.
2: Siswa mampu menarik kesimpulan mengenai percobaan mengenai Hukum Newton III namun tidak tepat, dan tidak benar sesuai hasil percobaan dan reverensi yang dibaca.
1: Siswa tidak menarik kesimpulan data hasil percobaan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar