Minggu, 05 Juni 2016

skripsi



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan, masyarakat, bangsa dan negara.
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan formal yang secara matematis telah merencanakan bermacam lingkungan, yakni lingkungan pendidikan yang menyediakan bermacam kesempatan bagi siswa untuk melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga para siswa memperoleh pengalaman pendidikan.
Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Salah satu usaha untuk melibatkan siswa secara efektif dalam proses pembelajaran, sebaiknya guru dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dengan cara belajar bersama-sama dalam kelompok belajar, sehingga siswa dapat meraih hasil belajar yang baik.
Guru merupakan faktor  penting  yang besar pengaruhnya, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar  kepada seluruh peserta didik (facilitate of learning), agar mereka dapat belajar yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka.
MTsN-2 Palangka Raya merupakan salah satu sekolah formal di kota Palangka Raya.Sarana dan prasarana yang tersedia sudah cukup menunjang proses pembelajaran diantaranya adalah laboratorium, perpustakaan dan internet.Berdasarkan pengalaman penulis selama melakukan observasi di  MTsN-2 Palangka Raya, menyatakan bahwa pembelajaran fisika di sekolah tersebut sampai saat ini masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional yang didominasi oleh kegiatan ceramah dimana arus informasi lebih bersifat satu arah dan kegiatan berpusat pada guru. Hal ini menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang pada akhirnya menyebabkan siswa jenuh .Dari hasil pengamatan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran fisika.
Model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer memugkinkan siswa untuk berpikir tentang pelajaran  yang kurang dipahami  dan berdiskusi dengan teman. Model pembelajaran aktif Giving Question and Getting Answer merupakan salah satu model meninjau ulang (reviewing models), yang secara bahasa berarti memberi pertanyaan dan menerima jawaban.[5] Langkah-langkah  model ini yaitu dengan membuat potongan- potongan kertas sebanyak dua kali jumlah siswa dan setiap siswa melengkapi pernyataan pada kertas 1 dan 2, setiap kelompok memilih pertanyaan (kertas 1) dan topik-topik yang dapat mereka jelaskan (kertas 2). Selanjutnya setiap kelompok menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka seleksi dan menyampaikan apa  yang dapat mereka jelaskan kepada teman-teman. Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian rangkuman dan klarifikasi dari jawaban-jawaban dan penjelasan siswa. Dalam model tersebut akan terlihat siswa yang aktif dan siswa yang pasif.[6]
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan inilah, maka peneliti melakukan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika dengan melaksanakan penelitian dengan judul “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER PADA POKOK BAHASAN CAHAYA  DI KELAS VIII SEMESTER 2MTsN-2PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2013/2014”.


[1] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara,2011,h.79

[2]Ibid

[3]E.Mulyasa, Kurikulum Yang Disempurnakan, Bandung: PT.Remaja Rosdakaya, 2009, h.78
[4]Ibid                                                                                                                           

[5] MartinisYamin, Disain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan ,Jakarta: Gaung Persada. 2007,  h. 156
[6]Agus Suprijono, Cooperative Learning, Teori dan Aplikasi Paikem,Yogyakarta : Pustaka Belajar, 2012, h. 107

Tidak ada komentar:

Posting Komentar